Selasa, 18 Oktober 2016

Nama : Rindang Sekar .P
NPM : 19514428
Kelas : 3PA19
Tanggal : 16 Oktober 2016
Tugas minggu ke-2 Psikologi Manajemen : Ringkasan teori

A.     Pendahuluan
Kekuasaan, kepemimpinan, motivasi adalah bagian dari sebuah kelompok atau organisasi dimana terdapat sebuah kekuasaan, kepemimpinan, motivasi yang membuat aturan tujuan yang akan di capai. Kekuasaan adalah kewenangan seseorang dimana kewenangan tersebut harus di lakukan sesuai dengan keinginan orang yang memiliki kekuasaan. Di dalam kekuasaan terdapat sebuah kepemimpinan yang di patuhi seseorang di bawahnya, guna berjalannya sebuah organisasi dan kelompok. Di dalam kekuasaan dan kepemimpinan pula terdapat sebuah motivasi yang bertujuan untuk mencapai organisasi dan kelompok melalui perintah atau aturan yang di berikan dari kepemimpinan yang memiliki kekuasaan.
B.     Teori
Kekuasaan
Suatu ajaran yang memberikan pembenaran kepada adanya (kewenangan) organisasi  yang tidak dimiliki orang perorang. Hal ini diperlakuan karena organisasi Negara memiliki kewenangan-kewenangan yang tidak dimiliki oleh orang. Jadi bahwa kekuasaan adalah kewenangan yang di dapat oleh seseorang atau kelompok dimana kewenangan seseorang mempengaruhi orang lain agar mengikuti aturan perintahnya sesuai dengan keinginan seseorang yang memiliki kekuasaan.
Leadership
            Menurut Ordway Tead dalam bukunya The Art Of Leadership dikutip oleh kartono (2008:57), dalam bukunya “Pemimpinnya dan Kepemimpinan” bahwa “ Kepimimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
            Menurut Supardo (2006:4) “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi antara seseorang pemimpin dan pengikutnya untuk mencapai tujuan kelompok, organisasi, dan masyarakat. Jadi, bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi seseorang untuk mencapai tujuan yang di inginkan dengan arahan yang di berikan kepemimpinan seseorang.
Motivasi
Ditinjau dari etimologi, “motivasi” berasal dari kata lain motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau memindahkan. Kamus besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai “usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasaan dengan perbuatannya”.  Jadi bahwa motivasi adalah adanya sebuah usaha dorongan untuk melakukan sesuatu yang mewujudkan keinginan atau tujuan seseorang agar mendapat kepuasaan dari apa yang sudah ia lakukan.
C.    Kasus
-          Demokrasi Terpimpin diawali sejak dikeluarkannnya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 yang ditandai oleh kekuasaan Soekarno yang hampir tidak terbatas dan pemusatan kekuasaan di tangan Presiden Soekarno. Era Demokrasi Terpimpin ditandai dengan hadirnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai partai politik yang paling dominan dan TNI AD sebagai kekuatan Hankam dan sosial politik. Demokrasi Terpimpin merupakan penyeimbangan kekuasaan antara kekuatan politik militer Angkatan Darat dan Partai Komunis Indonesia, dan Presiden Soekarno sebagai balancer diantara keduanya.
-          Gaya kepemimpinan presiden Presiden BJ. Habibie  ini adalah dedikatif-fasilitatif, yang merupakan sendi dan kepemimpinan demokratik. Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletu-letup, cepat beraksi, tanpa mau memikirkan resikonya. Sehingga, jika dalam kondisi emosional, ia cenderung mengambil keputusan dengan cepat.
-          Pada saat masih kecil motivasi terbesar Liliyana Natsir untuk tetap tinggal di asrama sebagai atlet bulu tangkis adalah rasa rindu pada ibunya. Pada saat itu Liliyana Natsir menganggap bahwa rasa rindu pada ibunya adalah tantangan terbesarnya pada saat itu dan rasa rindu pada ibunya adalah dorongan motivasi terbesar untuk dia tetap berlatih dan berlatih sehingga dia bisa menjadi seperti sekarang ini.
D.    Ringkasan Teori
kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Kepemimpinan (leadership) adalah suatu proses untuk mempengaruhi dan mendorong orang lain agar bekerja keras dalam mencapai suatu tujuan. Motivasi adalah suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya. Motivasi juga bisa diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang(Hasibuan,2006).











Referensi :
http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-teori-kekuasaan/.. Di unduh hari Kamis, 13 Oktober. Pukul 19:39










Nama : Rindang Sekar .P
NPM : 19514428
Kelas : 3PA19
Tanggal : 16 Oktober 2016
Tugas minggu ke-2 Psikologi Manajemen : Analisis Gaya Kepemimpinan Tokoh Presiden

A.    Pendahuluan
Pemerintahan adalah orang yang memiliki kekuasaan untuk menerapkan aturan kepada masyarakatnya di wilayah yang memiliki sebuah pemerintahan. Karena pemerintah atau tokoh presiden adalah orang yang memegang kuat kekuasaan di wilayah negaranya maka pasti gaya kepemimpinannya akan menjadi sorotan masyarakatnya. Oleh karena itu setiap pemimpin harus menjunjung tinggi gaya kepimpinan yang sebaik mungkin dan sebijak mungkin. Aturan-aturan yang dikeluarkanpun harus sebijak mungkin, tidak boleh memberatkan masyarakatnya dan dalam batas wajar yang bisa sama-sama menguntungkan antara jajaran pemerintah dan masyrakat-masyarakatnya.
B.     Teori
1.      Ir. Soekarno, Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang populis, bertemperamen meledak-ledak, dan menyukai keindahan. Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
2.      Soeharto, Beliau memiliki gaya kepemimpinan gabungan dari proaktif-ekstratif dengan adaptif-antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyai visi yang jauh ke depan dan sadar akan langkah penyesuaian.   
3.      Susilo Bambang Yudhoyono, Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis menghargai pendapat, tetapi selalu defensive terhadap kritik. Sebagai pemimpin beliau mampu mengambil keputusan kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.  Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. Kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
4.      Joko Widodo, Beliau memiliki gaya kepemimpinan servant dimana yang dimaksud adalah jokowi secara langsung terjun dalam kehidupan masyarakat dan mengetahui  bagaimana nasib dan keluhan yang mereka alami saat ini. Kepemimpian servant adalah kepemimpinan yang melayani, atau memberikan jasa secara sukarela.
C.    Analisis
1.      Soekarno, beliau memang dikenal sebagai orang yang pantang menyerah, dengan gaya kepemimpinannya yang meledak-ledak, memang itu menandakan bahwa beliau pantang menyerah. Gaya kepemimpinan seperti itu sebenarnya ada bagusnya dan ada buruknya, bagusnya beliau bisa menularkan rasa semangat juang tinggi yang berkobar pada masyarakatnya pada masanya, rasa nasionalismenya yang tinggi menandakan bahwa beliau sangat mencintai negaranya. Buruknya adalah, beliau menunjukan sikap yang terlalu keras pada masanya, dan tidak percaya dengan dukungan kekuatan, padahal realitanya masyarakatnyalah yang paling mendukung beliau sampai akhir.
2.      Pada zaman pemerintahannya Soeharto beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat peka terhadap peluang. Beliau sangat pandai mecari dan menemukan peluang, tentunya peluang yang positif. Sehingga bisa berdampak baik pada masanya dan pada masyarakatnya.
3.      Di zaman pemerintahan SBY bisa membangun budaya politik yang demokrasi. SBY seringkali ikut berpartisipasi dalam acara masyarakat dan menerima aspirasi masyarakatnya. Tapi gaya kepemimpinannya itu dianggap kurang tegas oleh sebagian masyarakatnya,
4.      Di zaman pemerintahan Jokowi, jokowi selalu ikut terjun langsung untuk melihat keadaan masyarakatnya atau yang sering disebut blusukan, dengan melakukan blusukan beliau bisa melihat langsung kenyataan yang dialami oleh rakyatnya. Tapi dengan beliau melakukan blusukan bukan berarti semua kemauan rakyat dan masalah rakyatnya bisa teratasi, sampai sekarang masih banyak yang harus dilakukan beliau untuk menuju perubahan yang lebih baik.



















Referensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar