Nama
: Rindang Sekar .P
NPM
: 19514428
Kelas
: 3PA19
Tanggal
: 16 Oktober 2016
Tugas
minggu ke-2 Psikologi Manajemen : Ringkasan teori
A.
Pendahuluan
Kekuasaan, kepemimpinan, motivasi adalah bagian dari
sebuah kelompok atau organisasi dimana terdapat sebuah kekuasaan, kepemimpinan,
motivasi yang membuat aturan tujuan yang akan di capai. Kekuasaan adalah
kewenangan seseorang dimana kewenangan tersebut harus di lakukan sesuai dengan
keinginan orang yang memiliki kekuasaan. Di dalam kekuasaan terdapat sebuah
kepemimpinan yang di patuhi seseorang di bawahnya, guna berjalannya sebuah
organisasi dan kelompok. Di dalam kekuasaan dan kepemimpinan pula terdapat
sebuah motivasi yang bertujuan untuk mencapai organisasi dan kelompok melalui
perintah atau aturan yang di berikan dari kepemimpinan yang memiliki kekuasaan.
B.
Teori
Kekuasaan
Suatu ajaran yang memberikan pembenaran kepada
adanya (kewenangan) organisasi yang
tidak dimiliki orang perorang. Hal ini diperlakuan karena organisasi Negara
memiliki kewenangan-kewenangan yang tidak dimiliki oleh orang. Jadi bahwa
kekuasaan adalah kewenangan yang di dapat oleh seseorang atau kelompok dimana
kewenangan seseorang mempengaruhi orang lain agar mengikuti aturan perintahnya
sesuai dengan keinginan seseorang yang memiliki kekuasaan.
Leadership
Menurut Ordway Tead dalam bukunya
The Art Of Leadership dikutip oleh kartono (2008:57), dalam bukunya
“Pemimpinnya dan Kepemimpinan” bahwa “ Kepimimpinan adalah kegiatan
mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan
yang diinginkan.
Menurut Supardo (2006:4)
“Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi antara seseorang pemimpin dan
pengikutnya untuk mencapai tujuan kelompok, organisasi, dan masyarakat. Jadi, bahwa
kepemimpinan adalah proses mempengaruhi seseorang untuk mencapai tujuan yang di
inginkan dengan arahan yang di berikan kepemimpinan seseorang.
Motivasi
Ditinjau dari etimologi, “motivasi” berasal dari
kata lain motivus atau motum yang berarti menggerakkan atau
memindahkan. Kamus besar Bahasa Indonesia mendefinisikan motivasi sebagai
“usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu
tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau
mendapat kepuasaan dengan perbuatannya”. Jadi bahwa motivasi adalah adanya sebuah usaha
dorongan untuk melakukan sesuatu yang mewujudkan keinginan atau tujuan
seseorang agar mendapat kepuasaan dari apa yang sudah ia lakukan.
C.
Kasus
-
Demokrasi
Terpimpin diawali sejak dikeluarkannnya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959
yang ditandai oleh kekuasaan Soekarno yang hampir tidak terbatas dan pemusatan
kekuasaan di tangan Presiden Soekarno. Era Demokrasi Terpimpin ditandai dengan
hadirnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai partai politik yang paling
dominan dan TNI AD sebagai kekuatan Hankam dan sosial politik. Demokrasi
Terpimpin merupakan penyeimbangan kekuasaan antara kekuatan politik militer
Angkatan Darat dan Partai Komunis Indonesia, dan Presiden Soekarno sebagai
balancer diantara keduanya.
-
Gaya
kepemimpinan presiden Presiden BJ. Habibie ini adalah dedikatif-fasilitatif, yang
merupakan sendi dan kepemimpinan demokratik. Gaya komunikasinya penuh
spontanitas, meletu-letup, cepat beraksi, tanpa mau memikirkan resikonya.
Sehingga, jika dalam kondisi emosional, ia cenderung mengambil keputusan dengan
cepat.
-
Pada saat masih
kecil motivasi terbesar Liliyana Natsir untuk tetap tinggal di asrama sebagai
atlet bulu tangkis adalah rasa rindu pada ibunya. Pada saat itu Liliyana Natsir
menganggap bahwa rasa rindu pada ibunya adalah tantangan terbesarnya pada saat
itu dan rasa rindu pada ibunya adalah dorongan motivasi terbesar untuk dia
tetap berlatih dan berlatih sehingga dia bisa menjadi seperti sekarang ini.
D.
Ringkasan
Teori
kekuasaan
dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara.
Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk
mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan
tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan
tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah /
dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia.
Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah.
Kepemimpinan (leadership) adalah suatu proses untuk mempengaruhi dan mendorong
orang lain agar bekerja keras dalam mencapai suatu tujuan. Motivasi adalah
suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada
orang lain atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang
tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya. Motivasi juga bisa
diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan
oleh seseorang(Hasibuan,2006).
Referensi
:
http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bistream/handle/123456789/5853/Bab%202.pdf?sequence=9
. Di unduh hari Selasa, 11 Oktober. Pukul 17:39
http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-teori-kekuasaan/..
Di unduh hari Kamis, 13 Oktober. Pukul 19:39
Nama
: Rindang Sekar .P
NPM
: 19514428
Kelas
: 3PA19
Tanggal
: 16 Oktober 2016
Tugas
minggu ke-2 Psikologi Manajemen : Analisis Gaya Kepemimpinan Tokoh Presiden
A.
Pendahuluan
Pemerintahan adalah orang yang memiliki kekuasaan
untuk menerapkan aturan kepada masyarakatnya di wilayah yang memiliki sebuah
pemerintahan. Karena pemerintah atau tokoh presiden adalah orang yang memegang
kuat kekuasaan di wilayah negaranya maka pasti gaya kepemimpinannya akan
menjadi sorotan masyarakatnya. Oleh karena itu setiap pemimpin harus menjunjung
tinggi gaya kepimpinan yang sebaik mungkin dan sebijak mungkin. Aturan-aturan
yang dikeluarkanpun harus sebijak mungkin, tidak boleh memberatkan
masyarakatnya dan dalam batas wajar yang bisa sama-sama menguntungkan antara
jajaran pemerintah dan masyrakat-masyarakatnya.
B.
Teori
1. Ir.
Soekarno, Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang populis, bertemperamen
meledak-ledak, dan menyukai keindahan. Kepemimpinan populis berpegang teguh
pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional, tidak mempercayai dukungan kekuatan
serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan
penghidupan kembali sikap nasionalisme.
2. Soeharto,
Beliau memiliki gaya kepemimpinan gabungan dari proaktif-ekstratif dengan
adaptif-antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan
melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyai visi
yang jauh ke depan dan sadar akan langkah penyesuaian.
3. Susilo
Bambang Yudhoyono, Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis menghargai
pendapat, tetapi selalu defensive terhadap kritik. Sebagai pemimpin beliau
mampu mengambil keputusan kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun. Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan
berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para
pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada rasa tanggung jawab internal
(pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. Kekuatan kepemimpinan demokratis
tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif
dari setiap warga kelompok.
4. Joko
Widodo, Beliau memiliki gaya kepemimpinan servant dimana yang dimaksud adalah
jokowi secara langsung terjun dalam kehidupan masyarakat dan mengetahui bagaimana nasib dan keluhan yang mereka alami
saat ini. Kepemimpian servant adalah kepemimpinan yang melayani, atau
memberikan jasa secara sukarela.
C.
Analisis
1. Soekarno,
beliau memang dikenal sebagai orang yang pantang menyerah, dengan gaya
kepemimpinannya yang meledak-ledak, memang itu menandakan bahwa beliau pantang
menyerah. Gaya kepemimpinan seperti itu sebenarnya ada bagusnya dan ada
buruknya, bagusnya beliau bisa menularkan rasa semangat juang tinggi yang
berkobar pada masyarakatnya pada masanya, rasa nasionalismenya yang tinggi
menandakan bahwa beliau sangat mencintai negaranya. Buruknya adalah, beliau
menunjukan sikap yang terlalu keras pada masanya, dan tidak percaya dengan
dukungan kekuatan, padahal realitanya masyarakatnyalah yang paling mendukung
beliau sampai akhir.
2. Pada
zaman pemerintahannya Soeharto beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang
sangat peka terhadap peluang. Beliau sangat pandai mecari dan menemukan
peluang, tentunya peluang yang positif. Sehingga bisa berdampak baik pada
masanya dan pada masyarakatnya.
3. Di
zaman pemerintahan SBY bisa membangun budaya politik yang demokrasi. SBY
seringkali ikut berpartisipasi dalam acara masyarakat dan menerima aspirasi
masyarakatnya. Tapi gaya kepemimpinannya itu dianggap kurang tegas oleh
sebagian masyarakatnya,
4. Di
zaman pemerintahan Jokowi, jokowi selalu ikut terjun langsung untuk melihat
keadaan masyarakatnya atau yang sering disebut blusukan, dengan melakukan
blusukan beliau bisa melihat langsung kenyataan yang dialami oleh rakyatnya.
Tapi dengan beliau melakukan blusukan bukan berarti semua kemauan rakyat dan
masalah rakyatnya bisa teratasi, sampai sekarang masih banyak yang harus
dilakukan beliau untuk menuju perubahan yang lebih baik.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar